Pages

Thursday, January 8, 2009

Di Gaza Kami Rindu LemahlembutMu

di jalur ini
telah berabad-abad rakaat
kami rindu KemahalemahlembutanMu

melalui anak-anak manjaMu
melempari kami dari segala penjuru
dengan berbagai alat pemusnah
paling mutakhir

di jalur ini
telah lahir begitu banyak ratapan
ketika kehilangan demi kehilangan
menjadi mimpi selalu kami temui
dari kelam ke kelam

apakah kami benar-benar bebal
hingga tak dapat menangkap
isyarat kekerasanMu
selalu Engkau timpakan
selama berabad-abad khianat
diantara ratap-ratap
pada jalur-jalur pengap
oleh kefakiran kami

Januari 2009

Monday, January 5, 2009

Poster-Poster 2009

ini tentang wajah-wajah
terpampang ramah
di pinggir-pinggir jalan dan tempat keramaian
dengan akting paling rupawan
berharap-harap sekali tikaman
di bagian manapun yang paling aman

ini tentang wajah-wajah
terpampang murah
di pinggir-pinggir jalan dan tempat keramaian
dengan slogan-slogan semanis durian
berharap-harap sekali tusukan
buat nangkring di kursi nyaman

ah, ini hanya tentang muka-muka
dengan senyum paling ceria
seperti bersenandung dan meminta:
”pilihlah aku jadi...................”

membuat aku berlagu pilu:
”how can I explain the sorrow and my pain................”


Januari 2009

Friday, January 2, 2009

Lembah Hijau

aku ingin berguru
kepada engkau, lembah hijau
tetap indah meski tempat ngalir
segala limbah segala resah
menuju rata tanah

aku ingin berburu
dalam engkau, lembah hijau
agar jiwaku menyatu
dengan onak dengan semak

ah, ternyata aku hanya bergurau
kepada engkau, lembah hijau
begitu banyak puncak-puncak
menjulang di gunung hatiku
mengharap dongakan dan tundukan
wajah-wajah ramah


Ujung Desember 2008

judul terinspirasi setelah mendengarkan lagu Lembah Damai – Ahmad Albar

Sepetak Sajak

Kau tidak menyebut nama-Ku
kau menyebut namamu

(Gatoloco, Asmaradana, Goenawan Mohammad)

----

aku ingin mencintamu dengan membabi buta-
dengan sebotol racun yang diteguk Romeo
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi

aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta
dengan sebilah belati yang ditikamkan Juliet
ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi

(Aku Ingin, Autobiografi, Saut Situmorang)