Pages

Monday, May 12, 2008

Mahapuisi

MahabenarMu tersurat dalam
MahakatakataMu

MahabesarMu tersirat dalam
MahakaryaMu

MahakasihMu tergurat dalam
sangsaiku

Mahapemurahmu terucap dalam
sukacitaku

MahacahyaMu nyelinap dalam
dadaku

MahapuisiMu kapankah terurai

dalamdalam
dalam
kepalaku
dalam
pandangku
dalam
lakuku
dalam
lukaku
dalam
ngiluku
dalam
rintihku
dalam
igauku
dalam
kulitku
dalam
laguku
dalam
rinduku
yang batu



Mei 2008

1 comment:

eko putra said...

AKU INGAT PUISI TARDJI PADA PUISI INI


ORANG YANG TUHAN

Sepetak Sajak

Kau tidak menyebut nama-Ku
kau menyebut namamu

(Gatoloco, Asmaradana, Goenawan Mohammad)

----

aku ingin mencintamu dengan membabi buta-
dengan sebotol racun yang diteguk Romeo
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi

aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta
dengan sebilah belati yang ditikamkan Juliet
ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi

(Aku Ingin, Autobiografi, Saut Situmorang)