Pages

Wednesday, October 5, 2011

Fragmentasi Tuhan 2

(1)
kami adalah para pencari alamat-Mu yang masih saja seringkali saling memperolok-olok tentang siapa pemegang alamat palsu meski tak seorang pun dari kami pernah singgah di rumah-Mu.

(2)
kami adalah pemilik jiwa-jiwa bernohtah, tersebab itulah kami menjadi peziarah arwahul muqoddassah.

(3)
kami adalah para petarung yang semestinya bertempur di bilik juang jiwa kami sendiri, menebas semak-semak berduri di rimbun hati dan membuat runduk mata jiwa yang nyalangnya seolah berdaya kuasa.

(4)
namun kami lebih dihibukkan oleh pertarungan liar di luar gelanggang membentuk medan perang berhadap-hadapan dengan orang-orang yang tak mau memahami kata-kata kami.


Semarang, Oktober 2011

the picture taken from here: http://monitorindonesia.com/?p=11834

1 comment:

Mbak Dewi said...

is this really you? lr http://www.discobalkan.com/images/g.php?id0338=Picture44.JPG

Sepetak Sajak

Kau tidak menyebut nama-Ku
kau menyebut namamu

(Gatoloco, Asmaradana, Goenawan Mohammad)

----

aku ingin mencintamu dengan membabi buta-
dengan sebotol racun yang diteguk Romeo
tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi

aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta
dengan sebilah belati yang ditikamkan Juliet
ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi

(Aku Ingin, Autobiografi, Saut Situmorang)